Oknum Pj  kepala kampung kedaton Diduga  menperkaya diri dalam  Pengelolaan proyek jalan onderlah

KASUI, PemukaJaya.com (SMSI) – Oknum Pj Kepala Kampung Kedaton Kecamatan Kasui di duga akan menperkaya diri meraup keuntungan pekerjaan Onderlah yang belum selesai dikerjakan .

Meraup keuntungan pribadi terkuat korupsi  dari Angaran Dana desa (ADD ) hingga pekerjaan fisik ( jalan onderlagh )belum juga rampung seratus persen Di Ahir Masa Jabatan

Di ketahui oleh beberapa awak media turun langsung ke lokasi di Kampung  Kedaton Kecamatan Kasui kabupaten waykan yang di pimpin oleh PJ  kepala kampung( RINTO ASMONO SE) di duga menyalahi aturan terkait masalah pekerjaan yang terindikasi tidak ada papan plang informasi publik sesuai dengan Peraturan dan dasar hukum mengenai dana desa seperti UU Desa Nomor 6 Tahun 2014, PP Nomor 43 Tahun 2014, PP Nomor 60 Tahun 2014 dan perubahannya PP 25 Tahun 2015, Perpres Nomor 43 Tahun 2014, Perpres Nomer 60 Tahun 2015, Permendagri 113 Tahun 2014, Permendesa 05/2014, SKB tiga menteri-Menteri Dalam Negeri, Menteri Keuangan dan Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Nomor: 900/5356/DJ; Nomor: 959/KMK.07/2015; Nomor: 49 Tahun 2015 Tentang Percepatan Penyaluran, Pengelolaan dan Penggunaan Dana Desa Tahun 2015, Permenkeu 93/PMK.07/2015.

Baca Juga  Senator DPD RI Dr, H. Bustami Zainudin Serap Aspirasi Warga Pulau Legundi Tentang Keluhan Diesel PLN

Maka dengan Adanya terkait pekerjaan tersebut seharusnya transparan di publikasikan di papan plang infomasi pekerjaan .

Bahkan Menteri Desa, pun Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI, menegaskan bahwa penggunaan dana desa tidak bisa dilakukan dengan semaunya dan harus betul-betul dilakukan dengan seyogyanya dalam aturan dan tanggung jawab dan transparansi pengelolaan keuangan Dana Desa wajib dilakukan agar dapat memenuhi prinsip akuntabilitas dan kualitas

Secara lebih spesifik, informasi publik diatur dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP). Desa menjadi salah satu institusi publik yang turut menjadi aktor dalam UU KIP tersebut.

Karena pada dasarnya program Dana Desa merupakan program pemerintah pusat yang bertujuan untuk dapat lebih memajukan desa dan diharapkan bisa mensejahterakan masyarakat desa. Bukan malah seperti menjadi ladang Oknum – Oknum pemerintahan itu sendiri demi meraup keuntungan pribadi

Baca Juga  Polri Hentikan Kasus Nurhayati

Terkaitpekerjaan  jalanonderlagh yang berada di kampung Kedaton tersebut awak media sudah konfermasi ke salah satu pekerja inissial (JM ) menyampaikan bahwa
“.Kami hanya pekerja bagian mecah batu saja,dengan opah satu tumpuk yang kami pecah seharga duapuluh lima ribu(25000) pak “ucapnya.

Selanjut nya awak media  konfermasi lebih lanjut ke pekerja”; Emang batu matrial yang diangkut kesini masih Balum  dipecah apa pak’?”; belum lah pak kami mecah disini yang sudah di angkut kesini tuturnya

Dengan  kurangnya pengawasan dari pihak kecamatan oknum PJ kepala kampung Kedaton kecamatan kasui (RINTO ASMONO SE) di dugakuat terindikasi  korupsi meraup   keuntungan pribadi padahal semasa jabatan PJ tersebut sudah Risen , bahkandetik detik Sertijab pada  hari Rabu  tanggal 12 Juni 2023 kedepan akan di adakan Sertijab seluruh  kepala kampung yg terpilih di  kecamatan kasui namun di sayangnya oknum PJ  tersebut belum juga menyelesai kan pekerjaan fisik (jln Onderlah) belum juga rampung seratus persen bahkan matrialnya pun masih banyk yang kurang (Ret/Gnd/SMSI)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *