Bustami: Saatnya Guru Bangkit Untuk Majukan Pendidikan Indonesia

WAY KANAN, PemukaJaya.com (SMSI) – Senator asal Lampung DR. Bustami Zainudin, S.Pd., M.H., dalam rangka menjalankan fungsi legislasi, pengawasan dan anggaran sebagai anggota DPD RI, serta dalam upaya menyerap aspirasi di masyarakat, menghadiri acara Konferensi Kerja Kabupaten II PGRI Lampung Utara, pada Mei 2023 di Kotabumi. Pada kegiatan ini hadir pengurus teras, jajaran pengurus dan anggota PGRI Kabupaten Lampung Utara.

Kegiatan yang mengusung tema “Guru Bangkit Pulihkan Pendidikan, Indonesia Kuat, Indonesia Maju”, ini masih berkaitan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional tahun 2023.

Dalam kesempatan yang luar biasa itu, Bustami satu satunya Senator asal Lampung yang bergelar Sarjana Pendidikan, sebagai alumni FKIP Unila, mengajak para guru maupun tenaga kependidikan untuk bangkit memulihkan pendidikan.

“Saya secara pribadi mengajak seluruh guru, pendidik, dan tenaga kependidikan untuk bangkit bersama memulihkan pendidikan, membangun Indonesia maju dan kuat di masa depan. Mari kita bersama berkomitmen untuk menjadi bagian penting dalam pembaruan dan kemajuan Bangsa Indonesia,” ujar Bustami saat memberi sambutan.

Wakil Bupati dan Bupati Way Kanan periode 2005-2015 yang juga anggota aktif PGRI ini mengatakan bahwa, hari ini perubahan begitu cepat disemua link kehidupan, tak terkecuali di dunia pendidikan. Teknologi informasi mengalami revolusi yang dahsyat, dalam berbagai bentuknya. Kondisi ini mendorong dan mengharuskan para guru, pendidikan dan tenaga pendidikan beradaptasi dengan cepat, meningkatkan kreativitas dan inovasi sehingga para guru relevan dan tidak tertinggal dengan kebutuhan siswa.

Baca Juga  Lapor Pak Kapolri, Di Register 17 Kecamatan Katibung Marak Ilegak Logging

Dalam bahasa Milenial, guru yang gaul dengan teknologi akan selalu dirindukan siswa siswinya, sedangkan guru kolotnial yang serba jadul, akan tersisih.

Bustami menambahkan, sebagai organisasi profesi yang sudah matang dan profesional, PGRI memiliki kekuatan moral intelektual, memiliki modal sosial yang besar, dah merupakan rumah besar bagi guru, pendidik, dan tenaga kependidikan tanpa membeda-bedakan status.

Oleh karenanya, PGRI harus menjadi rumah yang nyaman bagi semua guru baik guru negeri, guru swasta, honorer atau guru tetap, yang berada di bawah KemdikbudRiset maupun Kementerian Agama, baik yang sudah tersertifikasi atau belum.

“Melalui kesempatan ini, saya sebagai senator sangat memahami kondisi dilapangan bagaimana perjuangan, pengabdian dan tantangan yang dihadapi gitu, ditengah situasi, kondisi dan keterbatasan yang ada. Guru guru kita yang honorer belum banyak yang mengalami perubahan nasib menjadi lebih baik, dan persoalan persoalan lain yang membelenggu Bapak Ibu Guru kita. Untuk itu saya menitipkan pesan kepada para pemangku kepentingan utamanya para pemimpin di daerah maupun dipusat, yang ada saat ini maupun yang akan datang untuk dapat memberikan layanan, dukungan dan perlindungan, dan berpihak secara maksimal kepada Guru, sehingga guru dapat menjalankan tugas profesionalnya secara optimal untuk memberikan layanan pendidikan terbaik kepada peserta didik”, ujar Bustami berapi api.

Baca Juga  Kampung menanga jaya Kecamatan banjit bagikan BLT DD tahap pertama kepada 28 KPM

Pada kesempatan Konferensi ini para pengurus berharap banyak agar senator Bustami Zainudin dapat menyampaikan aspirasi para guru, pendidik, dan tenaga kependidikan yang ada di daerah utamanya terkait pengangkatan guru honorer menjadi ASN atau P3K, peningkatan kesejahteraan dan perlindungan guru, dan peningkatan kualitas pendidikan dan tenaga kependidikan melalui program program peningkatan kapasitas yang mencerahkan dan mencerdaskan.

Bustami menyambut baik aspirasi yang disampaikan oleh para Guru, dan berjanji pada kesempatan pertama akan menyampaikannya kepada para pihak, baik yang ada di daerah maupun pusat, sesuai kewenangan masing masing.

Senator yang juga pembina PSHT Lampung ini optimis, sejalan dengan berakhirnya masa Pandemi Covid 19, maka geliat ekonomi kita juga terus membaik. Kondisi ini memungkinkan pemerintah memiliki kemampuan lebih untuk memberikan dukungan yang maksimal pada dunia pendidikan, tak terkecuali kesejahteraan guru. (Red/Ganda)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *