Senator DPD RI Bustami Zainudin: Tragedi Kanjuruhan Yang Memilukan

Jakarta, Pemukajaya.com (SMSI)
Tragedi yang sangat memilukan dalam persepakbolaan nasional kembali terjadi. Ratusan orang meninggal dunia akibat kerusuhan seusai pertandingan antara Arema FC dengan Persebaya Surabaya, dalam gelaran Liga I, di stadion Kanjuruhan Kabupaten Malang, Sabtu Malam (01/10/2022).

Kita tentu ikut merasakan duka yang begitu mendalam, semoga para korban mendapat kan tempat yang terbaik di sisiNya, Korban yang sedang dirawat di rumah sakit segera mendapat kesembuhan, dan keluarga korban bisa tabah dan ikhlas menghadapi tragedi ini.

Namun demikian, kita tidak boleh pasrah begitu saja, PSSI dan Aparat Kepolisian harus bertindak tegas dan mengusut tuntas atas tragedi yang terjadi.

Bagaimana SOP Pengamanan Pertandingan di jalankan. Ketika aparat Kepolisian telah memberikan ijin pertandingan, tentu kita menganggap Aparat telah siap untuk melakukan pengamanan terhadap jalananya pertandingan, baik sebelum, selama dan sesudah pertandingan.

Baca Juga  Kegiatan HUT RI ke-78 Berjalan sukses Kakam Gunung Cahya Roli Saputra Ucapkan Terimkasih¬†

Tragedi yang memakan korban terkonfirmasi 129 orang meninggal dunia dan ratusan lainnya sedang di rawat di rumah sakit ini telah mengingatkan kita pada tragedi Heysel Belgia pada 29 Mei 1985 ketika Final Liga Champion antara Liverpol vs Juventus, yang telah merenggut 39 korban jiwa dan 600 orang terluka.

Kalau kita mau belajar dari peristiwa peristiwa yang sudah berlalu, tentu kemungkinan terjadinya tragedi bisa kita minimalisir.

Kita tentu sangat prihatin dan menyesalkan tragedi ini terjadi, ditengah euforia keberhasilan Timnas U-19 dan Timnas Senior lolos ke Piala Asia 2023. Kenapa disaat prestasi Timnas Sepakbola kita mulai beranjak naik, justru tragedi ini terjadi.

Baca Juga  Dirjen Kemendag Ditetapkan Tersangka, Senator Bustami Zainudin Apresiasi Jaksa Agung

Pengusutan atas semua yang terjadi harus tuntas dan menyeluruh, sehingga kita tidak akan mengulang tragedi ini kembali terjadi. Semua pihak yang berkepentingan harus memberikan jaminan bahwa kejadian ini harus yang terakhir kalinya.Red/Mulya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *