Komite 2 DPD RI Menerima Aspirasi Yayasan Econusa

JAKARTA, Pemukajaya.com (SMSI) – Untuk memperkuat perencanaan kerja yang sudah disusun selama kegiatan (22 s.d. 29 Agustus 2022), Komunikasi dan Mobilisasi Anak Muda Yayasan EcoNusa dan peserta School of Eco-Diplomacy (SED) beraudiensi bersama Komite II DPD RI. Delegasi diterima langsung oleh Ketua Komite 2 Yoris Raweyai dan didampingi oleh Wakil Ketua Komite 2 DPD RI Dr. H. Bustami Zainudin, S.Pd, MH, Selasa (30/08-2022).

Diketahui, Yayasan Ekosistim Nusantara Berkelanjutan (EcoNusa Foundation) merupakan organisasi nirlaba yang bertujuan mengangkat pengelolaan sumber daya alam yang berkeadilan dan berkelanjutan di Indonesia dengan memberi penguatan terhadap inisiatif-inisiatif lokal.

Untuk itu, EcoNusa mendorong pembangunan dan pengembangan kapasitas kelompok masyarakat madani, bekerja sama dengan mereka untuk mengembangkan strategi untuk advokasi, kampanye, komunikasi dan pelibatan pemangku kepentingan.

EcoNusa juga mempromosikan dialog antarpemangku kepentingan untuk makin mengembangkan pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan sekaligus juga untuk mengangkat keadilan, konservasi, dan transparansi. Yayasan ini resmi berdiri sejak 21 Juli 2017 dan berbasis di Jakarta.

Dalam keterangan persnya, Wakil Ketua Komite 2 DPD RI Dr.H. Bustami Zainudin, S.Pd., M.H., menuturkan, pihak mereka hari ini menerima audiensi dan menampung aspirasi dari Yayasan EcoNusa.

Baca Juga  Ardian Saputra Dilantik Sebagai Wabub Lampura, Senator DPD RI Bustami Beri Ucapan Selamat

“Hari ini kami menerima aspirasi Yayasan EcoNusa,” ujarnya.

Direktur Komunikasi dan Mobilisasi Anak Muda Yayasan EcoNusa, Nina Nuraisyah mengatakan bahwa, Yayasan EcoNusa menjembatani komunikasi antara pemangku kepentingan di wilayah Timur Indonesia (Tanah Papua dan Maluku).

Tujuannya untuk memaksimalkan praktik terbaik dalam hal perlindungan lingkungan dan pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan berdasarkan prinsip keadilan melalui kegiatan nyata bersama masyarakat lokal.

Yayasan EcoNusa juga mempromosikan nilai-nilai kedaulatan pengelolaan dan konservasi sumber daya alam kepada para pembuat kebijakan baik di tingkat daerah maupun nasional. School of Eco-Diplomacy (SED) merupakan wujud inisiatif EcoNusa dalam meningkatkan kapasitas kaum muda dalam hal kepemimpinan lingkungan untuk mempromosikan keragaman budaya dan kekayaan keanekaragaman hayati di Indonesia, utamanya di Tanah Papua dan Kepulauan Maluku.

SED bercita-cita menumbuhkan gerakan anak muda dalam menciptakan narasi baru dan tekanan publik untuk mempercepat kesejahteraan warga dan kelestarian kekayaan alam Indonesia Timur.

Cerita-cerita inisiatif baik tentang ekologi dan masyarakat, khususnya di Tanah Papua dan Kepulauan Maluku, diharapkan mampu mengubah cara orang asli Papua maupun orang luar melihat keadaan, serta menumbuhkan harapan dan optimisme dari masyarakat Indonesia bagian timur. Program SED mengutamakan pendekatan diplomasi lingkungan yang menegosiasikan kepentingan para pihak dengan menekankan pentingnya proteksi dan penyelamatan ekologi.

Baca Juga  Komite II DPD RI Terima Audiensi Masyarakat Adat Marga Buay Mencurung dari Mesuji Lampung

Kegiatan SED sudah dilakukan sejak tahun 2018 dan menghasilkan lulusan yang mampu melakukan aksi-aksi penyelamatan lingkungan khususnya di Indonesia Timur. Alumni ini bisa dinamakan dengan sebutan Eco-Defender.

Sekelompok anak muda yang bergerak secara individu dan kelompok dalam rangka melakukan perlindungan hutan dan laut.Tahapan SED 2022 didahului dengan kegiatan kemah pemuda di wilayah. Dimana kemah pemuda ini menjadi tahapan transisi dan seleksi sebelum masuk ke SED Nasional.

SED Nasional akan diikuti perwakilan dari masing masing wilayah dimana peran mereka nanti akan menjadi inisiator dan mentor bagi Gerakan muda yang ada di basis/wilayah. SED Nasional akan dibangun dalam dua “lapangan”, yaitu (1) persekolahan dan (2) keterlibatan publik pasca-persekolahan. Dalam lapangan “persekolahan”, kompetensi kunci Eco-Defender adalah mengenai kognisi dan kegiatan jejaring-kepemimpinan.

“Dalam lapangan “keterlibatan public pasca-persekolahan”, SED mendukung dan melengkapi lulusan-alumni yang aktif dalam lapangan publik dengan sumber daya mereka sendiri dan dengan kepemimpinan mereka sendiri,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *