W.F. Ansanay: Menjaring Pengganti Jokowi Demi Indonesia Maju

Opini Oleh : W.F. Ansanay – Wakil ketua Barisan Jalan Perubahan (Bara JP)

Jakarta, Pemukajaya.com (SMSI) – Mencermati pergerakan politik Jokowi tentulah menarik dicermati. Musra Relawan Jokowi sepertinya merupakan strategi Jokowi utk menentukan pilihan politiknya secara pribadi guna menghadapi tekanan politik partai.

Dalam berbagai pertemuan massa yang digelar oleh organ Relawan, Jokowi selalu menyempatkan hadir. Ini menandakan bahwa kekuatan Relawan masih menjadi basis utama kekuatan massa bagi Jokowi.

Musra I Relawan Jokowi di Bandung akan berlanjut di 33 provinsi lainnya. Dan hasil dari Musra tersebut hanya akan disampaikan kepada Jokowi.

Berbagai spekulasi dan ramalan akan bermunculan terhadap siapa-siapa nama teratas Calon Presiden dan Wakil Presiden 2024 yang akan disampaikan ke Jokowi sebagai hasil serapan aspirasi di Musra tersebut Pertanyaan selanjutnya adalah ke mana nama-nama hasil Musra tersebut bermuara?

Baca Juga  Konferensi Pres Berhasil Mengungkap Pelaku Pembunuhan di Way Tuba

Apakah Presiden Jokowi akan menyerahkannya kepada PDI Perjuangan selaku partai politik yang mana Jokowi menjadi kader PDIP?

Ataukah nama-nama tersebut akan ditawarkan ke semua partai koalisi pendukung pemerintah saat ini?

Dari sisi kelaziman politik, Jokowi memiliki 3 (tiga) opsi dalam menentukan langkah politiknya di 2024.

Pertama mengikuti irama aspirasi masyarakat yang masih menghendaki dirinya untuk kembali maju sebagai calon presiden untuk periode ketiga.

Opsi 3 periode ini mungkin akan sulit terwujud dikarenakan tidak adanya dukungan dari MPR dan terbentur aturan konstitusi.

Opsi Kedua adalah Jokowi sebagai kader PDI Perjuangan maka Jokowi otomatis wajib tunduk dan patuh terhadap keputusan partai.

Siapapun yang akan diusung oleh PDIP sebagai pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden, maka Jokowi wajib secara totalitas turut serta memperjuangkan Paslon PDIP tersebut.

Baca Juga  Idhul adha 1444 H, PT Mahameru aksara agri Kembali potong tiga sapi kurban

Opsi ketiga, Netral.

Sebagai Presiden dan Kepala Negara maka Jokowi berhak memposisikan dirinya netral, mendukung semua Capres dan Cawapres yang akan maju dalam Pilpres 2024 dan tidak condong ke Paslon manapun.

Politik adalah dinamis, dalam hitungan menit segala sesuatu bisa berubah. Kita tunggu seperti apa hasil Musra dan Opsi mana yang akan dipilih Jokowi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *