Kepala Pekon Terlibat Kasus Perselingkuhan…Ratusan Warga Tuntut Bupati Copot Jabatannya.

PRINGSEWU

Pemukajaya.com-Ratusan masyarakat Pekon Karangsari Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pringsewu-Lampung melakukan ujuk rasa (Demo) di depan Kantor Bupati Pringsewu.

Tujuan Aksi tersebut guna untuk meminta kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Pringsewu untuk mencopot Jabatan SP sebagai Kepala Pekon Karangsari.

Diketahui bahwa SP telah membuat surat pernyataan untuk mengudurkan dirinya sebagai Kepala Pokon Karangsari yang mana jelas dalam surat tersebut ditanda tangani di atas materai dan di saksikan oleh pihak penegak hukum (Polisi) serta berbagai tokoh masyarakat yang ada.

Dikabarkan dari warga yang mengikuti aksi terebut yang enggan di sebutkan namanya mengakatakan, kami disini melakukan aksi lantaran meminta kejelasan dan keadilan yang mana untuk membehetikan SP dari jabatannya selaku kepala pekon karangsari.

Baca Juga  Senator DPD RI Dr.H. Bustami Zainudin, S,Pd. MH menghadiri pengukuhan DPC dan PAC Partai Gerindra Way Kanan

“Kami melakukan seperti ini lantaran warga Karangsari tidak ingin SP menjadi kepala pekon yang telah terlibat kasus perselingkuhan, ” kata sumber yang tak ingin namanya di publis. Selasa (01/03/2022)

Lanjut Sumber, kami telah menunggu selama tiga bulan berlalu, sampai detik ini pun SP belum juga di berhentikan dari Jabatannya. Jelas bahwa dirinya (SP) pada (6/12/210) digerebek oleh warga yang diduga sedang berselingkuh oleh seseorang wanita berinisial KW di kediamannya. KW berkerja sebagai Operator desa yang mana dari keduanya sudah memiliki pasangan hidup.

“Kami warga Karangsari meminta SP sebagai kepala pekon yang di anggap sudah membuat warga kecewa, kami menuntut komitmen SP sebagai mana telah membuat surat pernyataan mundur dari jabatannya sebagai kepala pekon karangsari. Kami meminta kepada bapak Bupati Pringsewu (H.sujadi) agar bisa segera menurunkan SP sebagai kepala pekon Karangsari, kami sudah menunggu lebih dari tiga bulan untuk mendengarkan hasilnya, dan nyatanya sampai hari ini bupati Pringsewu belum bisa memberikan penjelasan kepada kami sebagai warga Karangsari atau keputusan bagaimana kelanjutan masalah kepala pekon Karangsari ini, kami mau kejelasan bukan janji, sebagai bapak bupati harus bisa bertindak adil dan harus bisa mengambil sikap atas permasalah ini, jangan sampai masalah ini berlarut-larut”.Tegasnya (Red)

Baca Juga  Meski Medan Sulit, Satgas Yonif 123/RW Patroli Cek Patok Batas Negara RI-Papua Nugini

Editor Publis : Davi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *